Pages

Jumat, 23 Mei 2014

Media Menjadi Jalur Utama
Semakin lama kian menarik saja untuk ditonton, itulah televisi. Masing-masing perusahaan televisi berbondong-bondong menyajikan siaran yang menarik, bahkan tidak hanya sekedar menarik, tapi bisa juga dikatakan gila. Kode etik siaran kini hanya dianggap angin lalu. Lihat saja siaran-siaran yang sedang digandrungi banyak masyarakat, salah satunya adalah YKS. Kaya hiburan, tapi miskin moral. Sudah kerap diperbincangkan mengenai dampak-dampak negative yang mungkin terjadi, terutama terhadap efektifitas belajar anak-anak dan remaja. Kebanyakn anak-anak dan remaja pada jam-jam belajar sudah duduk manis depan televisi hanya untuk menonton tayangan tersebut dan meninggalkan kewajiban belajarnya. Hingga tak jarang anak-anak berjoget ala Cesar yang sudah dihafal sampai luar kepala. Sudah menjadi rahasia umum bahwa hal tersebut dilakukan pihak media semata hanya untuk menaikan reting produksi, sehingga tayangan tersebut memiliki nilai jual yang tinggi (tanpa kualitas yang baik).
Mari kita mengintip tayangan televis yang lain. Film berjudul Mahabarata, film ini berasal dari India. Isi cerita dalam film ini memang dikemas dengan sangat apik hingga mampu menarik banyak perhatian orang. Film tersebut mengangkat kisah atau sejarah-sejarah agama Hindu. Tiap agama mungkin memiliki misi yang sama, yaitu menyebar luaskan agamanya.  Di Indonesia pemeluk agama Hindu masih termasuk golongan minoritas. Namun dapat kita lihat, saat ini agama hindu mulai memasuki ranah media. Dengan begitu, umat Hindu dapat dengan mudah menyebar luaskan agamanya melalui media. Bahkan atas keberhasilannya mencapai reting yang tinggi, stasiun Tv tersebut akan menyajikan film serupa yang berjudul “Mahadewa”, selain itu ada “Little Krishna” yang juga memiliki tingkat reting penayangan yang baik. Dalam minoritasnya mereka tetap optimis lambat laun dapat menguasai dunia. Melalui jalur media inilah segalanya dapat terjadi. Islam sendiri sebenranya memiliki porsi yang lebih banyak dalam ranah media, namun yang sulit adalah mempertahankan Islam tetap berada di ranah media dengan reting yang baik. Setelah munculnya film Mahabarata, film berbau keagamaan itu mulai mampu mengangkat reting penayangan. Di sinilah letak politik media, dimana masing-masing pihak memiliki kepentingan yang seimbang. Agama membutuhkan media untuk melancarkan misinya dan media membutuhkan banyak hal menarik agar memiliki nialai jual yang tinggi.

Beikut beberapa contoh terkait politik media. Dari sudut pandang yang berbeda, kita tau bahwa umat hindu telah bangkit dengan minoritasnya untuk menggencarkan agamanya melalui media. Relakah kita (umat Islam) menyaksikan bumi pertiwi dikuasi oleh umat agama lain?, relakah kita (umat Islam) mengalah dan berada di bawah naungan agama lain, serta membiarkan mereka berkembang begitu saja?. Sedikit sentilan untuk kita (umat Islam) jangan lengah, hingga tanpa sadar telah terkalahkan. Kini media menjadi jalan utama untuk mencapi berbagai visi dan misi, mulai dari dunia politik, agama, komunitas, dan lain sebagainya. Itulah media, manfaatkan sebaik-baiknya dan nikmati seperlunya. 

0 komentar:

Posting Komentar